Sesosok wanita muda baru saja selesai menidurkan puteranya yang baru berusia lima tahun. Ia melirik jam dinding. Merasa sudah waktunya, ia lalu duduk di depan meja rias. Melalui cermin ia melihati sosok wanita cantik, putih, berpotongan rambut bob, dengan belahan bibir ranum, tengah memandang dirinya dengan sejuta makna. Tak lama ia kemudian mulai merias diri. Sempat berdandan sederhana, ia kemudian berubah pikiran dengan berdandan lebih berani. Lebih nakal. Wanita itu adalah Aurel. Isteri Bram yang sudah sering bolak-balik ditinggalkan untuk pendirian kantor cabang baru di Papua. Bram di sana dengan segala urusan t***k bengek lain yang terkait. Mulanya ia mendapat kabar bahwa Bram hanya akan ditempatkan satu bulan di sana. Tapi waktu penempatan ternyata diperpanjang. Sebagai seorang is

