Dating

1284 Words

TERNYATA ‘kafe teman’ yang disebutkan Nayla adalah kafe sederhana dengan halaman cukup luas dan berlokasi di dekat pantai. Sore itu cukup ramai pengunjung, Nayla dan Edwin kebagian tempat di bawah pohon. Angin pantai yang berembus cukup kencang membuat suasana sedikit lebih dingin. “Kamu mau pesan apa?” tanya Nayla sambil membaca menu. Edwin meraih menu yang berdiri di tengah-tengah meja, memperhatikan daftarnya. “Kamu apa?” “Aku saraba sama mantau goreng lada hitam,” jawab Nayla. “Agak dingin jadi butuh yang hangat-hangat.” Nayla tersenyum simpul. “Aku samain aja,” tukas Edwin, karena memang tidak punya ide mau makan apa. Baginya, yang penting bersama cewek di depannya itu, makan apa pun tidak masalah. Makan remahan rengginang pun nggak masalah. Ih, dasar, memangnya pernah rasa? Enak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD