Nayla menatap kontak Angkasa di layar ponselnya. Sudah berkali-kali ingin menghubunginya untuk ketemuan, tapi hatinya selalu ragu, takut cowok itu akan melakukan kejahatan seperti dulu. Setelah menimbang entah yang ke berapa kalinya, berbekal alamat dari Yoga, akhirnya Nayla memutuskan mendatangi rumah Angkasa. Pertimbangannya adalah, Angkasa tidak mungkin berbuat aniaya di rumahnya sendiri. Dan Sabtu siang, sepulang sekolah, Nayla sudah berada di rumah Angkasa. "Tunggu sebentar ya, Non, saya panggil Den Kasa sama ambil minuman dulu," kata seorang asisten rumah tangga ramah. Nayla memperhatikan keadaan sekeliling, rumah itu sepi. Mungkin orang tua Angkasa sedang tidak di rumah. Tidak lama kemudian, Angkasa muncul mengenakan kaos oblong dan celana selutut. Ia cukup terkejut melihat Nayl

