Tokkk,,, tokkk,,, tokkk,,,
Mereka yang sedang bersantai dan bersanda gurau satu sama lain langsung berhenti, setelah mendengar suara ketukan pintu, mereka pun mengalihkan pandangan satu sama lain.
"Siapa tuh?, ganggu aja orang lagi nyantai" ucap Anes.
"Heh gak boleh gitu sama orang yang bertamu, abang bukain pintunya sana" perintah mama.
"Abang siapa nih?" Tanya Javin dan Anan barengan
"Siapa aja cepet bukain pintunya takut ada hal penting" ucap mama.
"Adek harus ngalah sama abangnya" ucap Javin pada Anan.
"Yeh kebalik, seharusnya abang yang ngalah sama adeknya"
"Adek lah yang harus nurut sama abang" ucap Javin tak mau kalah.
Anan tak mau memperdebatkan hal yang tak penting pun langsung berdiri dan melangkah menuju pintu depan.
"Ngapain kalian kesini?" Tanya Anan ketus pada orang didepannya karena telah mengganggu kebersamaan dia dengan keluarganya.
"Mau main lah" ucap Ali.
Yang datang kerumah ialah ketiga teman Anan dan Inaka, Anan juga gak tahu kalau mereka akan datang kerumahnya karena mereka tak memberi kabar terlebih dahulu pada Anan.
"Ganggu aja tau gak, cari tempat lain aja deh jangan disini gue lagi kumpul keluarga" ucap Anan tak suka dengan kedatangan mereka.
"Ya bagus dong, kami bisa gabung" ucap Inaka disamping Edward.
"Nanti yang ada malah ribut bukannya damai, lagian kenapa kalian kesini gak kasih tau gue" ucap Anan tak suka pada Inaka yang selalu bergelayut pada Edward.
"Ya biar surprise gitu" ucap Adam.
"Surprise apaan dah sana pergi" ucap Anan ketus.
Dulunya anan suka sama Inaka karena perilakunya baik dan sikapnya yang sopan, tapi lama kelamaan melihat Inaka yang selalu menempel dan bergelayut pada Edward membuat Anan menjadi muak.
"Yaelah kami gak akan buat keributan kok" ucap Adam.
"Iya kami cuma mau main aja" ucap Edward.
"ANAN, siapa yang dateng?" Tanya Javin yang berjalan kearah mereka.
"Ini bang temen-temen gue" jawab Anan menengok mearah Javin.
"Yaudah suruh masuk aja gih, papa sama mama nungguin" ucap Javin berlalu masuk kembali.
"Yuk masuk" ucap Anan dengan berat hati melihat inaka. Karena pasti saja ada pertengkaran antara Inaka dan Anes kalau mereka berdua dipertemukan.
"Siapa bang?" Tanya Anes melihat Anan sudah duduk.
Anes pun menengok melihat siapa yang datang bertamu dan mengganggu acara santai mereka.
"Kalian ngapain disini, bawa muka kedok lagi" ucap Anes tak suka melihat Inaka.
Tuh kan belum juga mereka duduk Anes sudah sinis kala melihat Inaka.
"Ya mau main lah kerumah anan" ucap Adam.
"Oh, bang gue kekamar dulu ya" ucap Anes dengan malas dan berlalu menuju kamar.
Kalau Anes terus berada disana pasti akan ada pertengkaran yang tak berujung jadi Anes memutuskan pergi dari sana, papa dan mama sudah pergi dari tadi saat melihat mereka masuk katanya gak mau ganggu perbincangan anak muda.
"Dek disini aja lah" ucap Javin.
"Iya lu disini aja, dari pada dikamar terus bosen" ucap Anan.
"Abang-abang, kalau gue terus ada disini bisa jadi perang nantinya" ucap Anes males.
"Ya gak apa biar rame" ucap Javin santai sambil menyender.
"Ihs, bang Javin jangan gitu" ucap Anan menggeplak kepala Javin.
"Yih, sakit b**o" Javin pun tak mau kalah dia menjitak Anan.
"Udah deh bang jangan berantem, gue keatas dulu emosi gue naik kalau liat sih muka kedok" ucap Anes malas melihat perdebatan kedua abangnya itu.
"Jangan diliatin makannya, ayok sini" ucap Anan.
"gak deh, nanti mereka keganggu"
"Gak akan kok ayo sini duduk" Anan menarik Anes dan mendudukannya di tengah antara Javin dan Anan.
"Oke" ucap Anes lesu.
"Gue ambil makan sama minum dulu ya" ucap Anan sambil berlalu.
"Bang lu UN kapan?" Tanya Anes pada Javin.
"Masih lama dek sekitar 3 bulan lagi" jawab Javin.
"Cih kepo banget" sela Inaka.
"Eh lu jangan mulai ya muka kedok" Anes menunjuk Inaka.
"Siapa yang mulai gue kan cuma ngomong lu kepo" ucap Inaka santai dan mau memancing amarah Anes.
"Siapa yang kepo gue nanya sama abang sendiri bukan orang lain" ucap Anes datar.
"Sama saja itu namanya kepo" ucap Inaka nyolot.
"Bener-bener ya lu ngajak ribut" tunjuk Anes dengan santai.
"Engga siapa yang mau ngajak lu ribut, lu nya aja kali yang sensian" ucap Inaka.
"Oh" ucap Anes santai.
"Dasar muka kedok dimana-mana kerjaannya cuma cari gara-gara" lanjut Anes santai.
"Gue gak perna cari gara-gara sama lu ya" Inaka pun jadi marah niatnya membuat Anes marah malah dia sendiri yang terpancing emosinya.
"Ada apa ini kok ribut?" Tanya Anan yang baru saja dateng membawa makanan untuk cemilan dan minuman.
"Bang minta dong satu" ucap Anes menarik snak dari tangan Anan.
"Nih buat kalian" Anan melempar snack dan minuman kaleng pada Ali dan Adam yang sedang asik main psp dan sisanya dia letakan diatas meja buat yang lain.
"Kenapa ribut sih dek?" Tanya Anan lagi.
"Gak ada yang ribut bang cuma itu muka kedoknya aja yang cari masalah" ucap Anes santai sambil makan snack.
"Gue bilangin sekali lagi ya, nama gue Inaka bukan muka kedok, dan gue gak cari masalah sama lu" Inaka berdiri dan menunjuk Anes.
"Oh, tapi gue gak percaya sama muka kedok kayak lu" ucap Anes masih santai, Anes tau rencana Inaka yang mau membuat marah dirinya, karena Anes melihat senyum miring Inaka saat dirinya mulai emosi tadi.
"Udah-udah kenapa kalian ribut terus sih" ucap Anan menengahi.
"Kenapa?, lu mau belain dia?" Anes menunjuk Inaka.
"Engga kok, gue cuma mau jadi penengah gak mau bela siapa-siapa" jawab Anan.
"Udah lu mending diem dari pada Anes marah lagi sama lu" ucap Javin mengingatkan Anan.
"Iya bang" saut Anan.
"Kenapa mau marah lu muka kedok" ucap Anes kembali santai.
"Engga kok" ucap Inaka menahan emosi, "kenapa bisa gini sih niat gue bikin dia marah tapi malah gue yang kebawa emosi" batin Inaka kesal.
Anes yang melihat inaka terdiam pun senang "akhirnya tuh muka kedok diem juga" batin Anes.
"Bang jadi UN lu masih lama kan?" Tanya Anes lagi pada Javin.
"Iya, emang kenapa hem?" Tanya Javin.
"Ini pasti ada maunya bang" sela Anan dan Anes pun cengengesan.
"Tau aja lu" ucap Anes menyenggol Anan.
"Oke abang ngerti, jadi adek manis abang ini mau apa hemm?" Tanya Javin mencubit pipi Anes.
"Hari kamis sama jum'at depankan tanggal merah terus sabtu dan minggu libur gimana kalau kita liburan kepuncak" ucap Anes senang.
"Gue ikut" saut Ali dan Adam bersamaan.
"Gue juga ikut bang" Anan mengacungkan jarinya.
"Apa sih kalian, nggak ya, abang gak mau kalau kepuncak" sela Javin menolak.
"Yahhh" ucap mereka bersamaan.