Menjauh

1459 Words
Cup... Fikri pun mencium bibir dari Dera meskipun Dera menunduk karena memikirkan cowoknya yang entah sedang bersama dengan cewek lain atau tidak. Dera sebenarnya tidak terlalu curiga dengan cowoknya karena sudah lama bersama. Tiga tahun menjalin cinta semenjak kuliah memang waktu yang cukup untuk saling percaya. Namun apapun bsia terjadi ketika mereka berjauhan dan bisa saja cowoknya kecantol cewek lain, atau minimal dekat dengan cewek lain seperti yang di lakukan oleh Dera saat ini yang dekat dengan Fikri, atau Gara dan Leli yang makin dekat meskipun saling punya pacar itu. Beberapa Fikri menempelkan bibirnya ke bibir Dera. Dera tidak membalas atau menolaknya. Namun tiba-tiba, Dera membuka bibirnya dan membalas ciuman dari Fikri. Bibir mereka pun saling bersatu. Dera yang tentu saja berpengalaman memberikan kelembutannya yang sudah lama tidak di rasakan oleh Fikri itu, sejak terakhir pacaran setengah tahun lalu. Bibir Dera sangatlah lembut yang membuat Fikri tidak bisa melepasnya. Begitu juga dengan Dera yang entah mengapa meladeni ciuman dari Fikri itu. Suasana di sekitar mereka sedang sepi dan ada yang memperhatikan meskipun mereka berada di luar. Tangan mereka saling menggenggam satu sama lain yang menandakan mereka saling tertaut satu sama lain. Setelah itu, tangan Fikri yang bebas pun mulai memegang pinggang ramping Dera dan memajukannya sehingga mereka saling menempel satu sama lain. Namun kemudian, Dera pun membuka matanya dan berusaha menjauh dari Fikri dengan cara mendorongnya Dera yang sudah sadar pun kemudian menjauh, namun Fikri menggandeng tangannya dan menariknya kembali ke pelukannya. "jangan pergi"kata Fikri "gak bisa Fik, gw udah ada yang punya, udah jangan berlebihan"kata Dera "gw gak bisa Der, gw gak bisa jauh dari elu , tetapi di dekat gw ya"kata Fikri "maafkan gw Fik, gw udah ada yang punya, itu hanya khilaf saja, jangan di bawa masuk ke hati ya"kata Dera Dera pun berhasil melepaskan dirinya dari pelukan Fikri dan dia pun segera berlari menyingkir menghindari Fikri. Fikri pun hanya terdiam melihat Dera berlari. Dirinya tidak sanggup mengejarnya, bukan karena dia tidak secepat Dera larinya, tapi entah kenapa kakinya begitu berat seperti membawa beban seberat satu ton di kakinya. Sejak saat itu, hubungan Dera dan Fikri tidak seperti sebelumnya yang begitu dekat. Mereka justru semakin menjauh dan seperti saling tidak mengenal. Untung saja mereka tidak sedang mengerjakan program kerja milik Dera atau Fikri. Fikri berusaha untuk mendekati Dera, tetapi Defa selalu menghindarinya yang justru membuat Fikri bingung karena baru kemarin dia bisa mulai sangat dekat dengan Dera, tetapi sekarang malah semakin menjauh. "kalian ada apa Fik"kata Jefry "siapa?"kata Fikri "elu sama Der, kok gak kayak kemarin-kemarin, kayak kalian itu bermusuhan, saling menjauh"kata Jefry "entahlah, gw juga bingung kenapa dia menghindari gw ya"kata Fikri "wah kesempatan dong buat gw kalau gitu, bisa ya gw dekatin dia"kata Jefry "terserahlah, gw gak berharap kok sama dia, terlalu wah buat gw dia itu"kata Fikri "ya udah buat gw aja deh, gw coba dekatin deh"kata Jefry "ya terserah deh"kata Fikri Meskipun dia merelakan, tetapi Fikri sebenarnya tidak rela Dera buat yang lainnya. Namun dia juga yakin bahwa Dera susah di dekati meskipun saat ini Dera sedang bersama Gara dan Leli, tetapi tentu saja dia hanya jadi teman saja karena Gara dan Leli lenih sering ngobrol berdua seperti tidak menganggap Dera meskipun sesekali Dera di ajak ngobrol juga sama Leli. Dan benar, Jefry pun gagal untuk mendekatinya. Beberapa kali dia di tolak untuk ngobrol dengannya karena Dera tahu bahwa cowok di sini hanya mengincarnya selain Gara yang memang sudah sejak awal mengincar Leli. Begitu juga dengan Halim yang juga gagal mendekati Dera. "fyuh...susah bener ya bro"kata Jefry "iya susah, gw aja gak bisa deketin dia"kata Halim "iya nih, dasar Fikri ini, sudah deket malah di lepas"kata Jefry "ya itu bro, gimana sih elu Fik"kata Halim "ya entahlah, gw aja bingung dengan hal itu kok"kata Fikri "emang kesalahan apa sih yang elu perbuat sampai dia seperti itu ke elu, gw juga merasa kasihan ke elu jadinya"kata Jefry "entah, gw gak tahu"kata Fikri. Fikri sebenarnya sudah mengira bahwa Dera menjauh karena tidak ingin main-main dengan cowok lain mengingat dia sudah punya pacar. Momen ciumannya dengan Fikri menyadarkannya bahwa dirinya tidak bisa ke lain hati dan memilih setia dengan cowoknya sekarang yang tidak hanya tampan, tetapi juga kaya dan atletis meskipun sekarang dia bekerja di perusahaan lain, tetapi tidak lama lagi dia akan kembali ke perusahaan ayahnya untuk di jadikan penerus. Hampir seminggu berlalu, Fikri dan Dera masih saja berjauhan. Dan tentu saja Nira yang jatuh hati kepada Fikri pun sadar dan mulai mendekatinya meskipun tidak di sadari oleh Fikri. "melamun aja bro"kata Nira "eh elu Nir, tumben sendirian, Murni mana"kata Fikri "lagu sama Suri dan Pita dia, elu mau nih ubi goreng"kata Nira "eh makasih Nir, kebetulan kom gw laper hehe"kata Fikri "iya, sore gini emang enak kok makan anget-anget bro"kata Nira "iya, dapat dari mana ini"kata Fikri "ada di kasih tetangga tadi, tuh sih Pita lagi goreng kok bersama Suri dan Murni"kata Nira "hmm gitu, makasih ya"kata Fikri "iya, sebagai teman gw turur bersedih dengan hubungan kalian kok"kata Nira "hah?maksudnya"kata Fikri "udah gak usah di tutupi, elu sama Dera kan sedang berjauhan, belim ada dua minggu kita di sini, kalain udah kayak apa gitu, baru dekat lalu berjauhan, entahlah"kata Nira "yah bukan seperti yang elu kira, gw sama Dera gak ada hubungan apa-apa, tapi gak tahu dia kok menjauh"kata Fikri "yang sabar ya bro, masih ada kita-kita, jangan di lupakan kita-kita bro"kata Nira "iya deh Nir, makasih ya"kata Fikri "iya, gw masuk dulu ya, elu mau minuman anget gak?"kata Nira "boleh sih, tapi gak apa-apa?"kata Fikri "gak apa-apa, mau apa?s**u?"kata Nira Pikiran Fikri langsung melayang kemana-mana mendengar hal itu. "udah ah, pasti mikirin yang lainnya deh, gw bikinin kopi aja deh kalau gitu "kata Nira sadar dengan hal yang di pikiran cowok. "iya"kata Fikri Nira pun pergi ke dapur, lalu dia kembali lagi dengan sekarang sudah ada Jefry dan Halim menemani Fikri. "lha itu buat kita Nir?makasih ya, tapi kok satu"kata Jefry "udah satu buat bertiga aja, gam usah aneh deh, biasanya kan gitu"kata Nira "hmmm tahu aja pikiran kita elu, gak mau nyobain elu Nir"kata Jefry "usah tadi, enak kok, udah ya gw ke dapur dulu"kata Nira Dalam sekejap, Nira sudha di bikin jengkel oleh para cowok itu. Nira merupakan cewek tercantik ketiga setelah Dera dan Leli itu menjadi sasaran apra cowok yang susah mendapatkan Dera dimana peluang ke Leli sudah hampir tertutup melihat kedekatannya dengan Gara. Di saat semua sedang galau terutama bagi lelaki karena yang cewek biasa saja meskipun ingin juga dekat dengan cowok seperti Leli dan Gara, Fikri di kejutkan oleh suatu hal enak di malam hari. Ketika Fikri bangun di keheningan malam karena sedang kebelet, Fikri mendapati pintu dapur ditutup oleh seseorang di sana dimana itu adalah satu-satunya akses ke kamar mandi yang jumlahnya hanya satu. Fikri pun penasaran dengan hal itu. Dia lalu mendengar suara cewek yang sedang keenakan. "ah ah ah ah ayo sayang come on ough...baby enak banget..." "iya sayang, enak banget punya kamu, basah banget " "iya sayang, punya kamu ough enak sekali sayangggg..." Di saat sedang asyik mendengarkan suatu yang enak itu, Fikri pun di kejutkan oleh suara Nira yang ada di belakangnya "eh ngapain Fik, kok gak di buka pintu dapurnya"kata Nira "sssstttt...jangan ganggu, ayo menjauh"kata Fikri "emang ada apa sih"kata Nira "udah gak usah pengen tahu deh, entar nyesal, udah balik aja ke kamar"kata Fikri "Tapi ge kebelet nih, gimana dong "kata Nira "hmm gimana ya, di dalam masih lama kayaknya, apa kita ke kamar mandi kepala desa aja ya"kata Fikri "tapi kenapa kok ke sana segala, siapa sih yang di dalam ini"kata Nira "ssst...jangan deh, udah percaya aja saka gw"kata Fikri "ah jadi curiga gw"kata Nira Lalu Nira pun mendekatkan telinganya ke pintu seperti yang di lakukan oleh Fikri tadi. Mata Nira langsung terbelalak karena mendengar hal yang seharusnya tidak dia dengar itu. "eh siapa di dalam Fik kok gitu sih?mereka melakukannya di dapur?"kata Nira "oya udah gw bilang jangan denger kom ngeyel, mereka tuh Gara dan kayaknya sih Leli, udah jangan aneh deh, ayo balin ke kamar"kata Fikri. "iya deh"kata Nira Baik Fikri ataupun Nira tahu bahwa yang di belakang tidak boleh di ganggu kalau tidak ingin terjadi apa-apa. Fikri mengantar Nira ke kamarnya dan kemudian dia pun melihat kamar Dera dimana memang benar hanya Leli yang tidak ada. "ngapain Fik"kata Leli di belakang Fikri "eh elu Lel?udah selesai?"kata Fikri "selesai apanya"kata Leli "itu, elu sama Gara"kata Fikri "eh elu tahu?sssttt...jangan bilang yang lainnya ya, siapa aja yang tahu?"kata Leli "gak ada cuman gw doang kok"kata Fikri "iya pliss jangan kasih tahu yang lainnya ya, gw kasih apa deh sebagai imbalan?"kata Leli Fikri pun menelan ludahnya. Ingin dia seperti yang di lakukan Gara terhadap Leli, tetapi tidak mungkin hal itu dia lakukan kalau tidak ingin ada perang di antara mereka mengingat masih satu setengah bulan lagi KKN masih berlangsung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD