Tanpa Judul

1331 Words
Fikri dan Dera sekarang seolah selalu berdua saja terlebih Dera yang di tinggalkan oleh Leli yang lebih milih bersama Gara, ketua KKN yang menjadi pasangan kelompoknya. "ngapain cantik"kata Fikri "gak tahu deh, kayak semakin asing aja gw sama Leli, dia sama Gara terus"kata Dera "udah tenang aja, ada gw juga di sini nemani elu"kata Fikri "iya sih untung aja ada elu"kata Dera "lha temen cewek yang lain apa gak akrab sama elu, udah beberapa hari di sini lho"kata Fikri "entahlah, kayaknya mereka menghindar aja sama gw, kalau cowok sih kalian kumpul terus ya tiap malam"kata Dera "ya begitulah, kalau cowok kak gak main drama-drama gitu, gak kayak cewek, sedikit saja bisa jadi drama"kata Fikri "iya sih, enak ya jadi cowok"kata Dera "siapa bilang, gw aja mengira jadi cewek lebih mudah, gak perlu ngejar-ngejar untuk mencari pacar, lha cowok?harus ngejar kan, gw malas aja"kata Fikri "huff gak juga sih, gw juga beberapa kali di tipu sama cowok, entah yang sekarang nipu juga apa enggak, karena LDR udah lama"kata Dera "elu terlalu polos mungkin, aneh masak cewek secantik elu polos banget bisa di tipu cowok "kata Fikri "yah otak gw kayaknya di jual terpisah deh hehe"kata Dera "dasar"kata Fikri sambil mengusap rambut Dera Dera pun tidak menolak hal itu. Mereka sudah akrab sehingga hal itu bisa terjadi begith saja. Fikri pun tidak menduga bahwa dia bisa cepat untuk akrab dengan Dera yang cantik jelita itu. Hari-hari awal mereka mengerjakan proker Nira dan Murni dua sekaligus karena masing-masing harus satu proker meskipun mengerjakannya bareng-bareng sepuluh orang itu Fikri jelas membanth bersama para cowok lainnya untuk menyediakan perlengkapan. "wah Gar, kenapa kok Fikri yang elu kasih ke Dera"kata Jefry "Lha kemarin gw tawarin gak ada yang mau, ta gw kasih ke Fikri lah"kata Gara "kalau tahu beneran gw mau lah"kata Halim "iya, gw juga mau, tapi kenapa gak elu aja Gar"kata Jefry "wah kurang sreg gw sama dia, mending temannya aja si Leli itu, gw lebih pas dengan dia"kata Gara "aneh lu Gar"kata Jefry "Nah tuh yang di omongin datang"kata Halim "hmm gimana bro berduaan terus dengan Dera, pasti senang kan elu, wangi banget pasti"kata Jefry "apanya"kata Fikri "ya parfumnya lah, gw aja kalau berpapasan, hmm wangi banget bro"kata Jefry "ah elu, bukannya cewek-cewek kayak gitu ya, pakai wangi-wangi gitu "kata Fikri "tapi Dera paling wangi bro, paling pas lah, beda sama Gara yang seleranya Leli"kata Jefry "yah tiap orang beda-beda bro"kata Gara "mau tukar gak Fik dengan partner gw, lumayan juga orangnya tuh si Suri"kata Jefry "haha gak usah deh, gw udah klop dengan dia"kata Fikri "ah elu, emang elu naksir sama dia"kata Jefry "ya iyalah, gila kalau gak naksir dia, gak normal apa, tapi dia udah punya cowok"kata Fikri "ah itu kan jauh di sana, KKN itu tempatnya cinlok, kalau deket terus pasti deh bisa, tukar ya bro, gw ngebet banget tuh"kata Jefry "enak aja, dia udah milik gw, gak bisa di otak-atik"kata Fikri Fikro jelas saja tidak mau melepaskan cewek secantik itu yang justru pas obrolannya dengan Fikri itu, mungkin otak mereka awalnya satu terus terbelah dua sehingga merasa pas. Selagi para cowok memperebutkan Der, Nira pun memandang Fikri karena dia paling cakep di antara mereka berempat. "wah kenapa gak sama Fikri aja ya gw, gw udah jatuh hati nih, gimana dong Mur"kata Nira "ya deketin lah dia, mau tukar kelompok?"kata Murni "mana mau dia tukar Dera dengan gw, gw udah merasa kalah saingan deh"kata Nira "ya belum di coba kan"kata Murni "tapi ge lihat mereka semakin dekat deh, ada kesempatan gak ya"kata Nira "yah coba aja apalagi kan Dera udah ada cowok, jadi peluang mereka bersatu pun sulit, dan juga mana mau cewek selevel Dera dengan cowok yang ekonominya biasa saja kayak Fikri, tapi kenapa harus Fikri sih Nir"kata Murni "entahlah, hari gw dag dig dug kalau lihat dia, nih coba dengar "kata Nira "lebay elu, dah ah ayo kerjain tuh, udah di bantuin malah melamun"kata Murni "iya ya"kata Nira Tanpa di sadari Fikri ternyata ada yang memperhatikan sejak awal mereka berjumpa. Nira, cewek anggun tinggi namun agak kurus berwajah cukup manis itu ternyata menyukai cowok seperti Fikri yang berkacamata meskipun dia paling tampan di antara mereka berempat, tetapi tidak cukup tampan di banding cowoknya Dera. Fikri terus berdua dengan Dera yang tentu saja membuatnya senang. Meskipun sesekali berpisah karena pekerjaan yang mereka lakukan, tetapi mereka selalu ingin bersama lagi mengingat mereka yang sudah klop sejak awal itu. "wah kalau gak ada elu, gw gak tahu harus gimana deh Fik"kata Dera "iya dong, gw gitu, memang sewajarnya elu berterima kasih"kata Fikri "pede banget elu, dari mana dapatnya?elu pasti playboy ya, cewek elu banyak"kata Dera "mana ada, gw aja jomblo sekarang, mau nyari cewek"kata Fikri "huh dasar cowok,kalau KKN tuh pikirannya nyari cewek, emang elu mau sama siapa, gw bantuin tuh, Nira?hmm cantik lho dia, kalau Leli susah ada Gara, yang lainnya, paling Suri"kata Dera "enggak, cukup elu aja di samping gw, udah lebih dari cukup, katanya elu beruntung di dekat gw"kata Fikri "pede banget, gw udah ada cowok"kata Dera "biarin, cowok elu kan gak tahu apa yabg terjadi"kata Fikri "jangan macam-macam ya Fik, gw cewek setia, LDR udah biasa"kata Dera "justru itu yang gw cari, cewek cantik dan setia"kata Fikri "udah ah, ngaco terus elunya"kata Dera yang masih tidak menganggap Fikri sebagai cowok yang sedang mengejarnya, hanya sebagai teman saja. Fikri pun juga paham dengan hal itu. Dia tahu kegantengan cowoknya Dera lewat ponselnya dimana sekarang Fikri di perbolehkan membukanya, bahkan membuka pesan pun boleh asalkan tidak boleh menjawab pesan itu tanpa sepengetahuan Dera. "pinjem ponsel elu dong"kata Fikri "mau ngapain?lihat foto gw"kata Dera "enggak lah, ngapain, kalau lihat foto elu, foto kita berdua di ponsel gw kan udah ada, pengen tahu siapa aja yang deketin elu aja, masih ada gak"kata Fikri "ya tentu saja ada, nih tuh ada banyak kan yang kirim pesan"kata Dera Dera memperlihatkan pesannya yang begitu banyak pesan belum di baca dari berbagai cowok yang mengejarnya meskipun di paling atas ada pesan dari cowoknya yang di jadikan favorit olehnya. "hmm bener ya elu setia, udah cowok elu jadikan pesan favorit, yang lainnya gak ada yang elu balas kalau godain gitu"kata Fikri "ya tentu saja dong, tuh malah ada yang kirim pesan aneh-aneh yang menjurus ke situ, risih gak sih sebagai orang yang belum kenal tiba-tiba ngirim gitu "kata Dera "iya sih, risih juga, orang aneh"kata Fikri "nah makanya itu gw setia sama cowok gw kan"kata Dera "tapi apa cowok elu setia sama elu Der"kata Fikri Dera pun langsung diam memikirkan hal itu. Dia menyadari bahwa mungkin cowoknya sedang bermain dengan cewek lain di saat Dera dekat dengan Fikri seperti saat ini. Apalagi, Gara yang sudah punya cewek pun malah semakin dekat dengan Leli yang juga sudah punya cowok itu seolah mereka memang sedang jomblo. "udah gak usah dipikirkan, semoga aja setia Der"kata Fikri sambil mengusap rambut lurus dan halus milik Dera. Dera pun hanya menunduk di depan Fikri yang tersenyum. Dera masih memikirkan tentang cowoknya yang entah beneran atau enggak padahal mereka berjauhan. Dera dan cowoknya memang jarang bertemu sewaktu Dera kuliah dan cowoknya sudah bekerja. Dera juga memang sudah berpikiran bahwa cowoknya itu pasti juga kecantol dengan cewek lain yang tidak kalah cantik dengan Dera itu mengingat di kantor, pasti ada cewek yang menarik perhatian, apalagi sedang berjauhan dengan ceweknya yang tentu saja keinginan enak itu pasti ada. "eh Der, kok elu jadi sedih Der, maaf deh kalau itu membuat elu kepikiran"kata Fikri diam di depan Dera dan memandang wajah Dera dari bawah karena Dera menunduk "gak apa-apa kok Fik, gak masalah kok, toh gw salah enggak ya deket sama elu sekarang ya"kata Dera sambil tersenyum tapi menyimpan kesedihan. "udah, ada gw kok, cup"kata Fikri sambil mengecup bibir Dera Entah ada keberanian apa Fikri bisa berani mencium bibir cewek tercantik yang pernah dia kenal itu. Bukan pertama kali memang Fikri mencium bibir cewek karena dia juga pernah berpacaran sebelumnya, tetapi Dera adalah cewek tercantik yang pernah di ciumnya. Anehnya, Dera hanya diam saja tanpa membalas atau berontak kepada Fikri seolah dia nyaman berada di sebelah Fikri.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD