c h a p t e r 2 1

1855 Words

Satu minggu. Sudah satu minggu sejak kejadian heboh di kantin dan kini semuanya terasa baik-baik saja. Tidak ada lagi cibiran dan sindiran yang turut menyapa setiap kali Dila berjalan di koridor. Semuanya tampak kembali normal seperti semula. Murid-murid kembali asik dengan urusannya masing-masing, entah itu sibuk mengeluh karena jadwal yang semakin padat akibat persiapan UAN mendatang, entah juga sibuk merumpikan gosip baru yang beredar di sekolah. Tapi Dila tak peduli. Yang penting, anak-anak sudah lupa dengan kejadian di kantin minggu lalu. Itu sudah lebih dari cukup bagi Dila. Bersamaan dengan redanya lirikan-lirikan tajam yang selalu mengikuti, gangguan-gangguan kecil yang kerap kali mengiringi hari-hari Dila di sekolah pun perlahan hilang. Dila tidak pernah lagi melihat keberad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD