c h a p t e r 1 0

1367 Words

“Waaah!” Dila berdecak kagum melihat pemandangan yang kini membentang di hadapannya. Sebuah air terjun landai dengan bebatuan berlumut yang mengapit di segala sisi dipadukan dengan air jernih berwarna biru kristal yang mengalir deras. Tampak sangat indah. Dila lalu mengulurkan tangannya untuk merasakan air tersebut. Dingin, tapi tak urung tetap membuat Dila tersenyum begitu badannya secara refleks bergidik. “Airnya dingin,” ujar Dila, iseng mencipratkan air tersebut ke segala arah. Nadhif yang sedang sibuk mengobrak-abrik ranselnya, terang langsung menoleh dan tersenyum. “Seger, ya?” “Iya.” Dila mengangguk semangat sambil terus bermain air. Setelah membenahi ranselnya dan memarkir motor di tempat yang aman, Nadhif lantas berjalan menghampiri Dila. Cowok itu melepas sepatu beserta k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD