c h a p t e r 1 1

1089 Words

Delo duduk termenung di kursi ruang tunggu. Kepalanya tertunduk, menatap menerawang pada lantai ubin berwarna putih. Sudah nyaris satu jam cowok itu bertahan dengan posisinya. Kalau bukan karena Bunda yang memaksa minta diantarkan ke rumah sakit untuk mengambil hasil tes, mungkin Delo akan menghabiskan hari Minggunya dengan tiduran di kasur sambil nonton TV. Di tengah-tengah lamunannya yang semakin dalam, Delo tiba-tiba saja mendengar suara tangis anak-anak. Cowok itu kemudian menengok, mendapati sepasang adik kakak sedang duduk tak jauh darinya. Yang jadi kakak adalah si anak perempuan. Umurnya kira-kira tiga belas tahun. Sementara adiknya—yang laki-laki—berkisar enam tahun, sedang memakai baju pasien khas rumah sakit yang kebesaran. Harusnya Delo bisa kembali mengalihkan pandangann

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD