“Dila,” sapa Delo riang, seperti biasanya. Red alert! Dengan wajah horor sekaligus ngeri, Dila buru-buru berbalik. Apa-apaan nih?! Kenapa Delo mendadak muncul?! Bukannya hari ini cowok itu bolos lagi?! Masalahnya, dari pagi Dila belum melihat batang hidung Delo sedikit pun. Dila pikir cowok itu masih kepingin bolos, makanya hari ini hidup Dila terasa tenang. Enggak perlu lagi ada jalan mengendap-ngendap, tengok kanan-kiri, sampai bahkan sembunyi di balik dinding. Tapi nyatanya kini, ketenangan yang Dila dapat itu hilang. Sirna dalam sekejap. “Balik bareng Nadhif?” tanya Delo kemudian, beranjak turun dari motor lalu berjalan menghampiri Dila dan Nadhif. Mendengar suara asing seseorang, Nadhif yang tadinya hendak naik ke atas motor kontan menoleh. Cowok itu kemudiab mengernyit, he

