0.2

1477 Words

“Kak Re (Kakak Revan), kakak tuh seperti kayu kusen.” ucapku percaya diri. “Kok kusen?” tanyanya heran. “Iya, karena aku daun pintunya dan engsel adalah cinta kita hihihihi…..” jawabku menggombal. “Hahahaha….. Coba lagi yah!” tawanya dan menepuk-nepuk kepalaku. “Iihhh… Emang gak romantis itu?” gerutuku kesal karena ditertawakan. “Kalau kamu pintu, setiap saat kamu akan dibuka dan ditutup oleh pemilik rumah. Kakak gak mau itu! Apalagi hingga sampai ada yang menutup pintu dengan keras. Kakak gak mau kamu terluka.” paparnya. Wajahku memerah seketika, hatiku berbunga-bunga. “Iihh so sweet deh, udah bisa balikin gombalan aku sekarang. Yeyy… Akhirnya gak kaku lagi, ada kemajuan hehe..” aku berjingkrak-jingkrak riang, bertepuk tangan di depannya. “Kamu selalu mencairkan suasana dan membaw

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD