“Kamu terlihat sangat cantik, Cora. … Tony memang sangat beruntung mendapatkanmu.” Charista tidak henti-hentinya menatap wajah putrinya itu. “Ma … apakah Aurel sudah datang?” Cora meremas-remas gaun pengantinnya, ia merasa sangat cemas dengan pernikahannya. W alaupun ia tidak menginginkan pernikahan itu, tetapi ia tetap merasa cemas. Begitu banyak hal yang membuatnya merasa cemas. Seperti apa kehidupan pernikahannya nanti? apakah ia akan mencintai Tony? apakah Tony akan mencintainya? Begitu banyak pertanyaan berkecamuk di dalam hatinya. “Mama akan melihatnya … Mama tinggal dulu ya.” Charista mencium kening Cora dan meninggalkannya. “Kau terlihat cantik, Princess .…” Cora membalikkan tubuhnya dan tersenyum lebar saat mendengarkan suara yang sangat familiar di telinganya itu. “Robe

