Setelah Tifa memberikan beberapa informasi dari hasil pencurian data, Aaron pergi ke restoran untuk bertemu dengan makelar senjata yang telah diatur oleh anak buahnya. Namun, ketika sampai di sana, wajah menyebalkan tak asing yang dia temui. Sepupu bermuka cantik super matre yang rela melakukan apa pun demi uang. “Kenapa kau yang datang?” tanya Aaron. Tak ada basa-basi, langsung duduk di hadapan Juvenal. “Kau sendiri kenapa memanggil anak buahku? Mau menyabotase bisnisku?” Juvenal juga tak ada manis-manisnya. Sensian, tak senang mendengar laporan Aaron memanggil anak buahnya tanpa alasan yang jelas. Curiga Aaron mau mengganggu pasar senjata api miliknya hanya karena sedang bosan. “Ini masalah pribadi.” Aaron mencoba tak ikut terpancing emosi. Dia sedang tidak dalam suasana hati baik un

