CHAPTER 34

1323 Words

Malam harinya, Aaron sudah kembali seperti dirinya yang biasanya. Dengan cepat pula ia menyusul Juvenal yang dikira sedang kabur. Tak susah ditemukan, tinggal cari saja di tempat perjudian. Tempat di mana aroma uang tercium sangat kuat, itu kata sepupunya dulu. Begitu sampai, Aaron langsung mendekati Juvenal, berhenti di belakangnya. “Kau tak berpikir untuk mengingkari janjimu, kan?” Tangan kurus itu sudah bertengger cantik di bahu Juvenal, merangkul dengan sebuah cengkeraman keras. “Jangan pegang-pegang!” Juvenal menendang kaki Aaron, ditarik hingga terduduk di sampingnya. Muka ngambek itu terlihat sangat kentara, tanda-tanda habis kalah beberapa sesi sebelumnya. “Ini sudah jam tujuh malam.” Aaron pura-pura tak sadar, dia menagih janji. “Aku tahu. Nanti dulu bicaranya, jangan gangg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD