CHAPTER 36

2156 Words

Saat Minori membuka pintu, dia menemukan seseorang yang tak asing di sana. Bersandar di samping pintu entah sejak kapan. Malah mungkin, pria itu telah mendengarkan semua percakapan mereka. Wanita itu menatap dengan waspada, antara ingin berteriak memanggil keamanan atau mau berpura-pura tak melihat dan membiarkan dia masuk ke dalam. Minori tidak ingat siapa namanya, tapi dia tahu kalau pria ini adalah orang yang menyelundupkan senjata api dari Amerika untuk dijual pada Hanzo. “Anu, mau ku panggilkan Hanzo?” Akhirnya dia memilih bersikap tidak tahu apa-apa, menyapa dengan normal. “Aku Juvenal. Kenapa kamu takut-takut, Kakak? Kenapa kita tidak pergi minum teh dan sedikit mengobrol?” Minori agak kaget karena pria bernama Juvenal itu malah menutup pintu. Mendekatinya dengan begitu alami, ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD