Seumur Hidup, Aku Hanya Menginginkanmu.

1105 Words
Sesampai di rumah, Darren segera menuju ke kamar Kevin. Seperti orang gila dia membongkar isi seluruh kamar hanya demi mencari Diari. Yang ditemukan Darren hanya kotak besi berkunci yang disimpan antara tumpukan baju. Dia tidak berniat mencari dimana kunci kotak itu lagi, dia segera mengambil palu dan menghancurkan kuncinya. Diari itu ternyata hadiah dari Darren saat dia berusia 8 atau 9 tahun dulu. Ulang tahun Darren dan Kevin sama-sama di bulan Januari, mereka memiliki kebiasaan tukaran kado. Darren menghadiahinya Diari dan satu set alat tulis mahal. Dia menghabiskan setengah dari uang jajannya untuk membeli Diari hitam bersampul kulit tebal itu. Darren duduk di meja kerja Kevin sambil menatap lekat diari di hadapannya. Membuka Diari tersebut berarti kertas tipis yang menyelubungi hubungan mereka akan terkoyak. Diary : Januari 2005 : Kado paling mahal dari Darren! Tidak salah selama ini aku memanjakannya, dia cukup tahu balas budi! Usia 9 tahun malah makin imut. Sifatnya juga lebih terbuka dan riang, lebih sering bermain dengan Tom. Cuma penakutnya itu loh... makin menjadi-jadi. Salahku juga sih, tiap malam aku selalu menceritakan kisah horor. Tapi gak apa-apa lah, makin dia ketakutan maka dia makin tergantung padaku. Hmmm... Februari 2005 : Orang menulis diari setiap hari, tapi aku gak hobi nulis! Apa yang dipikirkan bocah itu dengan menghadiahiku diari ini! Ck! Maret 2005 : Tadi Darren bilang ada guru baru di sekolahnya, sangat cantik. Bocah itu sudah tau cewe cantik. Ck! Jangan cepet-cepet puberlah... Apa rasanya jadi bapak seperti ini ya? Juli 2005 : Aku rasa aku agak menakutkan, rasa posesif ke Darren... Huft! Saat semua teman-temanku sibuk puber dan mulai cari pacar, aku malah sibuk mengekori Darren. Aku kurang suka melihat bocah itu mulai memiliki banyak teman, aku takut dia salah bergaul, tapi aku juga ingin dia riang dan terbuka seperti bocah lainnya. Ah! Bocah! Agustus 2005 : Hari ini aku tertegun ketika melihat Darren yang bertanya tentang pacar impianku. Untuk sesaat aku tidak tahu harus menjawab apa, bukan karena tidak ada.. Tapi karena wajahnya yang bertanya itu... terlalu imut! Desember 2005 : Sepertinya aku gay... Jika Darren tahu hal ini, apa dia masih mau dekat denganku? #Setitik air mata jatuh dalam lembaran diari itu. Dia tahu Kevin benci menulis, mengarang, apalagi menulis kisah dalam diari seperti ini. Maret 2006 : Aku mengaku pada Mama kalau aku gay. Mereka tidak terima, tapi aku tidak bisa membohongi diriku lagi. Sepertinya aku harus pergi untuk sementara..... Selama aku pergi, bagaimana dengan bocah itu? Dia pasti akan kesepian tanpa aku. #Tulisan berakhir di situ. Pertanda berakhirnya masa remaja Kevin. Darren membalik halamannya lagi, ini saatnya pikir Darren. Jawaban dari pertanyaannya akan segera muncul. Oktober 2009 : Aku kembali. Tiga tahun ini sangat tidak mudah, aku bekerja serabutan dan berhenti sekolah demi mencari diriku yang sebenarnya. Tetapi selama tiga tahun ini, tiap aku merasa hilang arah, aku sering diam-diam mendatangi sekolah Darren. Begitu jauh dan tak terjangkau, tetapi sudah cukup. Tadi saat pulang, dia orang pertama yang memelukku... hangat sekali! Januari 2010 : Tukaran kado kali ini, dia memilih untuk mentraktirku makan. Aku bilang dia seharusnya mulai diet, badannya sudah seperti gentong. Tapi yang tidak kukatakan adalah gemuk juga tak masalah, nyaman dipeluk. Maret 2010 : Aku makin tidak bisa menahan perasaanku. Bocah itu! Aku terlalu menyayanginya. Juli 2010 : Aku mulai bekerja di kantor pusat. Dan kamu tambah sering berkunjung ke kantor. Aku tahu kamu melakukan itu untuk melindungiku, agar teman sekantor yang lebih senior tidak memandang remeh aku dan lebih sopan padaku. Tetapi aku malah merasa semakin tidak berguna, seharusnya aku yang melindungi mu dan bukan sebaliknya. Januari 2011 : Ulang tahun kali ini kita melihat kembang api bersama. Aku sengaja menghadiahkan kembang api itu untukmu. Kamu tersenyum riang dan aku semakin terjerumus ke dalam senyuman itu. Tiba-tiba aku teringat akan sebuah kata "Dunia sangat rumit, tetapi senyumanmu akan selalu polos." Mei 2011 : Pertama kali kamu dimarahi Kak Hardi dengan keras. Kamu baru berusia 15 tahun tetapi dia sudah menyuruhmu mengecek bagian keuangan di kantor pusat. Beban dan posisimu terlalu berat. Aku hanya berharap dapat membantumu... Juni 2011 : Karena selalu mengantar jemput dan ada di sampingmu, kamu malah bilang "Jangan terlalu memanjakanku" . Bagaimana mungkin aku bisa berhenti memanjakan bocah manis sepertimu! Oktober 2011 : Aku akhirnya memutuskan untuk pacaran dengan seorang wanita yang di kenalkan oleh Kak Siska. Kata mereka gadis ini sangat riang dan hangat. Coba saja dulu. Aku pikir sudah saatnya aku mencoba. Darren... Ini cara yang terbaik untuk menahan perasaanku. Januari 2012 : Ulang tahunku malah berubah menjadi ulang tahun berdarah... Aku kurang hati-hati dalam meletakkan diari ini, wanita itu membaca semua isinya dan memakiku menjijikkan. Aku rasa siapapun yang membaca diari ini, pasti akan merasa jijik. Sahabat, saudara, ponakan yang tumbuh bersamaku... Satu-satunya cara untuk melupakanmu, mungkin adalah mencari pria lain. Oktober 2012 : Aku punya asisten baru bernama Leroy. Perawakan dan gaya bicaranya mengingatkanku padamu. Dia juga bersifat dewasa dan cerdas. Mungkin dia akan cocok denganku. Januari 2013 : Aku lagi-lagi membawa kejutan di hari ulang tahunku. Mengenalkan Leroy sebagai pacar baruku. Jujur, aku melakukannya untuk mengalihkan perasaanku yang semakin besar untukmu. Darren..... Maret 2013 : Ciuman pertama kita. Aku meyakinkan diriku sendiri semua itu kulakukan untuk memuaskan rasa penasaranmu. Tapi aku tahu, aku memang menginginkan nya.. Kamu adalah keinginan terbesarku, yang mengisi tiap nafsu dan khayalanku. Dalam susah dan senang, aku ingin selalu menjadi kehangatan untukmu. Seluruh tatapan mataku hanya tertuju padamu. Seumur hidup, aku hanya menginginkanmu. September 2013 : Bagaimana ini, aku semakin kecanduan akan dirimu... Aku tahu ada yang salah, tidak seharusnya membuatmu terbiasa. Tetapi keegoisanku berkata lain, aku ingin merasakan kehangatanmu lebih lama lagi. Januari 2014 : Pertama kalinya..... aku kehilangan kontrol. Bagaimana ini Darren? Aku takut kelak tak akan bisa melepaskanmu! "Saling membantu" untuk memuaskan rasa penasaranmu, alasan paling konyol yang kubuat! Aku saja tidak bisa mempercayai alasan ini! Aku takut kamu akan mengetahui perasaanku, dan saat itu kita tidak akan bisa berbalik lagi..... Juni 2014 : Aku terus berpikir untuk mengakhiri ini semua, satu tahun lebih kita bersama. Aku takut aku akan melewati batas, tapi ketamakanku mana mungkin ikhlas untuk melepaskanmu! Tetapi aku sungguh-sungguh ingin mengatakan kalau aku sudah terlena akan dirimu. .................... Diari itu berakhir di sana, beberapa bulan yang lalu semua masih begitu indah. Dan kini terlalu menyakitkan. Air mata Darren mengalir deras, dia tidak menyadari akan dalamnya perasaan Kevin. Sementara apa yang dipikiran Darren selama ini? Kalau Kevin hanya Iseng-iseng? Senang-senang yang aman? Kenikmatan tanpa perlu tanggung jawab? Perasaan Kevin sedalam itu, tetapi perasaan Darren tidak kalah darinya! Selama satu tahun ini, asal Kevin tidak mencari laki-laki lain sudah cukup bagi Darren. Dia hanya ingin Kevin menjadi miliknya. "Seumur hidup hanya menginginkanmu" Ternyata perasaan mereka sama.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD