*** Una menarik rambutnya ketika tak bisa menghentikan Arsen. “Sial!” ujarnya disertai dengan kemarahan. Ternyata Arsen benar-benar lelaki yang keras kepala dan egois. Lelaki itu menyebalkan di mata Una. Barangkali hal ini juga yang membuat mantan istrinya merasa tidak betah hingga memutuskan untuk bercerai dan menghilang. Sungguh disayangkan, Biru yang menjadi korban. Una benar-benar tidak suka pada keegoisan Arsen ini. Apa salahnya Biru bermain dulu di sini. Bagaimanapun juga sekolah belum benar-benar membubarkan acara. “Kasihan Biru,” gumam Una yang masih menatap pilu kepergian Arsen, Biru dan Opi. Ketiganya tenggelam dibalik pintu mobil. Pak Parman membawa mereka tanpa dirinya. Hati Una hancur kala tak sengaja melihat Biru menangis. Tak ingin menyerah, Una pun mengejar mobil te

