*** Sudah cukup lama Una terduduk di salah satu restoran yang Ilia janjikan untuk bertemu. Beberapa hari setelah Una menerima tawaran dari Bagus, akhirnya Ilia mengabarinya. Sempat perempuan itu meminta maaf lantaran tak mengabari Una dengan cepat. Ilia mengatakan akhir-akhir ini dirinya sibuk. Pekerjaan dan sikap Arsen menyita perhatiannya. Una memaklumi. Ia tak pernah ambil hati, lagipula dirinya pun sibuk dengan pekerjaannya. Kini, Una dapat melihat batang hidung Ilia yang baru saja sampai di restoran tempat mereka berjanji untuk bertemu. Ilia sendirian. Dengan penampilannya yang modis, Ilia mampu menarik perhatian. Hal itu membuat Una menelan air liurnya sendiri. Ia memperhatikan penampilannya yang Sembilan Puluh derajat berbeda dari Ilia. “Kuno,” desahnya pasrah. Sepertinya ia

