25| Tiba-tiba Menghilang

1025 Words

Sandy masuk ke dalam kamar itu. Satu-satunya cahaya hanya berasal dari lampu kecil di samping tempat tidur. Flo membalikkan badannya ke arah Sandy berdiri. Cowok itu berjongkok. Menyejajarkan wajahnya dengan wajah perempuan di depannya. Ini pertama kalinya Sandy memperhatikan setiap lekuk wajah kecil itu. Flo memiliki hidung yang kecil dan mancung. Bulu mata perempuan itu lentik dan tebal. Alisnya panjang dan melengkung sempurna. Terakhir, bibir tipis merah muda milik Flo. Sandy mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah kecil itu. Tak tersentuh, tepat saat itu kelopak mata Flo terbuka. Netra mereka bertemu. Mata bulan sabit dengan netra berwarna cokelat itu tampak sangat indah jika diperhatikan dari dekat. "Lo kebo banget," cetus Sandy sambil memundurkan wajahnya. "Siap-siap sana. Ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD