23| Dua Pahlawan

1074 Words

"Flo, cepetan!" seru Sandy ia sudah kehabisan waktu sedangkan Flo masih berkutat saja dengan satu buku. "Sabar, gue ini masih nyari!" Flo mulai tidak fokus memerhatikan satu persatu foto murid kelas dua belas angkatan 2015. Sampai akhirnya Sandy memutuskan keluar dari tubuh itu. "Flo!" Tepat saat Sandy berseru tubuh yang ia tempati itu jatuh. Bunyi gedebuk terdengar membuat semua penghuni perpustakan menatap ke arah meja informasi. "Sial," umpat Flo. Kemudian ia buru menutup buku itu. Tanpa merapikan buku tahunan sekolah itu ke tempatnya lagi, Flo langsung berlari ke luar ruangan. Ia masih engos-engosan saat sudah berdiri di halte depan sekolah itu. "Nggak bisa nunggu bentar aja?" ketus Flo. "Kita nggak boleh egois. Gue bisa nyakitin dia lebih parah kalau lebih lama ada di tubuh dia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD