27| Kecewa

1025 Words

Flo memeluk lututnya, duduk meringkuk di antara kursi dan meja tak terpakai. Berdiam di sana. Pandangan matanya menatap lurus ke depan. Telinganya seperti tak berfungsi padahal ponsel yang tergeletak di sebelahnya terus-terusan berdering. Perempuan itu tidak akan mau beranjak dari sana sebelum lelaki yang seharusnya tidak menghilang itu datang. Tangan Flo mengepal keras. Giginya bergemelatuk. Karena Shandy, untuk pertama kalinya Flo bertingkah seperti pengecut. *** Hari sudah sore, dan perempuan itu justru tertidur di atap. Beberapa orang di sekolah sudah meninggalkan tempatnya. Lingkungan di sekolahnya sudah mulai sepi. Angin sore berembus sangat kencang, membuat perempuan itu meremang dan reflek merapatkan pelukannya. Kelopaknya bergerak, kepalanya perlahan terangkat. Satu tetes air

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD