Flo menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan. Kakinya bergerak gugup. Tangannya saling bertaut. Kepalanya terus-terusan menoleh ke arah lantai dua. Tempat kelas dua belas berada. Flo hanya memantau dari bawah. Tujuannya untuk bertemu Bagas. Hatinya sudah bulat akan keluar dari ekskul seni musik. Ia tidak akan mau berlama-lama berada dalam kebohongan dan tambah mempermalukan diri. "Lo yakin?" Kalimat yang selalu Tiara katakan kepadanya. "Iya, gue udah yakin. Lo enggak liat nih leher gue udah nggak ada kalung. Tanda kalau gue udah mutus hubungan sama Sandy. Gue udah nggak peduli dia malu hilang kek, mau koma kek, bodo amat," ketus Flo. Tiara sendiri dapat melihat raut kemurkaan itu masih ada. Rasa kecewa Flo sebesar itu kepada Sandy. Tiara enggak habis pikir, kenapa San

