Flo bergeming, kalau dengar dari cerita Sandy sepertinya cowok itu tak bercelah. Tidak ada alasan yang bisa dipakai Dea kalau kesalahannya ada pada Sandy. Setelah beberapa menit menghilangkan lelahnya, Flo kembali berdiri. Cewek itu melanjutkan jalannya menuju angkot terakhir menuju perumahan Dea. Selama perjalanan, Flo memikirkan betapa rumitnya hubungan percintaan orang. Ada rasa takut sendiri pada diri Flo setelah melihat apa yang terjadi pada Sandy. Hanya karena masalah percintaan, cowok itu harus meregang nyawa. Seandainya Flo memiliki pintu ajaib doraemon, ia sudah berteriak dan menahan Sandy untuk tidak perlu menemui pacarnya lagi. "Itu perumahannya di depan!" Sandy menunjukkan gapura merah besar yang berada sekitar beberapa ratus meter lagi. Flo menganggukkan kepalanya. Kemudian

