Netra Aileen mengawasi pria tersebut. Sang pria mulai beranjak dari kursinya, dan sang wanita mendongak untuk melihat pria itu. Senyum perempuan itu mengembang, matanya jernih dan cerah. Tampaknya lelaki itu mengucapkan sesuatu yang membuatnya senang. Sementara, bertambah mulas seiring dengan senyum yang semakin mekar dari perempuan itu. Sekarang ini hatinya tengah mengantisipasi bagaimana wajah pria itu. “Kuharap bukan dia.” Batin Aileen memohon, tetapi apakah pernah harapan sesuai dengan kenyataan di saat terdesak? Mungkin hanya beberapa yang menemukan harapan mereka terkabul di saat seperti itu, dan kebanyakan akan menelan pil pahit akan kenyataan yang mereka temukan. Melihat wajah samping pria itu, Aileen tak perlu menebak karena wajah samping itu amat familier. Tiba-tiba ia mera

