Aileen melongo setelah mendengar ucapan Damian. Bisa-bisanya dia berkata dengan amat tenang, sedangkan badai bergejolak di sisi Aileen. Dilihatnya pria itu dengan tatapan tak sedap. “Tidak,” tegasnya. Damian mendekatkan wajahnya ke Aileen. Tatapan matanya mengatakan tak percaya dengan ucapan Aileen. Damian sudah lama mengenal Aileen, sekalinya perempuan itu berbohong pasti ketahuan olehnya. “Begitukah?” “Iya.” “Namun, aku melihat kamu sangat kesal ketika aku tak menyapa.” Sudut bibir Damian menampilkan seringai menggoda. Sementara di pihak lain, tengah merasa gemas dengan tingkah Damian saat ini. Ya, Aileen akui dalam hati kalau ia berbohong. Harga diri harus ia pertahankan di depan pria ini. Memang karena ia ingin melupakan kejadian di restoran tadi, tapi tak disangka Damian datang d

