Chapter 34

1720 Words

“Aku berangkat ke kantor,” kata Damian berpamitan kepada Aileen. Aileen tak mengatakan apa pun sebagai tanggapan kepada Damian. Mengapa ia harus? Melihat tak ada reaksi dari Aileen, Damian keluar dari pintu Apartemen dan menutup pintu itu kembali. Sepenuhnya sosok Damian menghilang dari Apartemennya. Aileen kembali duduk di sofa dan merasakan napas lega. Arsel juga duduk di sebelah kakaknya. Wajahnya penuh akan pertanyaan yang tak dapat ia semburkan. “Kenapa?” Aileen menoleh pada adiknya itu. “Aku akan bicara terus terang saja, Kak—” “Bicara saja.” Aileen memotong ucapan Arsel tanpa ragu. Suasana hatinya menjadi buruk pagi ini. Ia butuh sesuatu atau kegiatan yang bisa meningkatkan suasana hati sebelum pergi kerja, atau ia bisa memarahi semua karyawan kalau tetap seperti ini. “Iya a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD