Chapter 38

1702 Words

“Haha!” Damian tak kuasa menahan tawa, sehingga menghentikan mengambil makan malamnya. Suara tawanya juga terdengar sampai di telinga tamu lain. Jadi, beberapa pasang mata menatap ke arah mereka. Melihat Damian yang seenaknya saja tertawa, membuat Aileen begitu kesal, hingga ingin melemparkan sup tomat ke wajahnya. “Kamu sengaja tertawa untuk meledekku, kan?!” Pelan-pelan Damian berhenti tertawa. Ia menegakkan punggungnya dan menatap Aileen, seolah-olah tak terjadi apa-apa. “Ya. Aku memang meledekmu,” jawab Damian jujur. “Kamu percaya begitu saja kalau aku yang merapikan pakaianmu?” Damian membawa sikunya ke atas meja. Menjadikan punggung tangannya sebagai sandaran dagu lancipnya. Ia memperhatikan Aileen yang bagaikan seekor kelinci tengah disandera. Perempuan ini sangat polos? Biasan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD