Aileen sudah siap dengan dandanan nelegan. Gaun berwarna hijau yang memperlihatkan leku tubuhnya. Wanita itu mengambil sebuah kotak hadiah dengan ukuran sedang. Sebentar lagi, mereka akan berangkat menuju Kaelan Group. Di sana tempat diadakannya pesta ulang tahun pernikahan ke-32 Dhanu Kaelan dan Sabrina. “Sudah siap?” Damian bertanya. “En. Ayo berangkat dan beri hadiah pada Ibu.” Damian tersenyum manis. Aileen merasa inilah senyum Damian yang paling manis. Tatapan mata pria itu dalam, yang membuat Aileen lebih terpana lagi. “Banyak wanita yang akan hadir. Jadi, suamiku kamu harus menyembunyikan senyum itu dari mereka. Tersenyumlah seperti biasa saja,” katanya, berdiri di depan Damian. “Cemburu?” tebaknya. “Pasalnya aku tidak mau kamu diincar oleh mereka. Nanti aku kerepotan,” Aileen

