17

1695 Words

Zavier gusar. Kini ia berjalan mondar-mandir di ruang tamu. Duduk sama sekali tidak memberinya ketenangan. Tubuhnya butuh melakukan sesuatu agar tidak terlalu merasa tertekan. Zia dan Bambang belum pulang, sementara jam sudah menujukkan hampir tengah malam. Zia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Entah sudah berapa ratus kali Zavier mencoba menghubungi ponsel keduanya, tapi tak satupun yang aktif. Rasa kesal bercampur pikiran buruk langsung menyerbu kepala Zavier. Kesal karena sejak sore ia menunggu Zia pulang, namun gadis itu tak muncul juga sampai saat ini. Tapi di satu sisi Zavier juga khawatir. Takut sesuatu yang buruk terjadi pada Zia. Sejak tadi Zavier ingin melapor ke polisi. Tapi laporannya jelas belum bisa diterima karena Zia belum menghilang selama dua puluh empat jam. Dan Za

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD