18a

779 Words

Zia terbangun keesokan paginya dengan kepala sakit. Padangannya terasa berputar-putar. Perutnya juga terasa pedih dan ia pun merasa sangat haus. Bayangan kejadian kemarin tiba-tiba kembali hinggap di kepalanya. Sama cepatnya seperti Zia mengumpulkan sisa-sisa tenaga dari tidurnya yang tak lelap. Zavier mencium perempuan lain. Zia merasakan hatinya kembali sakit. Rasanya ia akan kembali menangis. Tapi Zia menahannya. Cukup sudah. Hari ini ia tidak boleh menangis lagi. Meskipun kepalanya sama sekali tidak mengizinkan untuk beranjak dari tempat tidur, Zia memaksakan diri untuk bangkit. Ia harus ke dapur dan mendapatkan minum. Maka, dengan berpegangan pada ujung tempat tidur, Zia mencoba melangkah pelan-pelan ke arah pintu kamarnya. Setelah mencoba dengan susah payah sambil berusaha men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD