Disambut Ayah yang duduk di depan rumah bersama Reyhan yang lagi asyik main sepeda. Starla menyalami pria itu yang sedang membaca koran. "Ayah mau ngomong bentar," kata Ayah Starla menginterupsi langkahnya yang hendak masuk ke dalam rumah. "Boleh Ayah." Sedikit demi sedikit rasa takut untuk menatap dan mengobrol dengan ayahnya mulai memudar. Karena lelaki itu berbeda dari sebelumnya. Pepatah yang mengatakan jika hati bisa dibolak-balikan memang benar adanya meski tidak sepenuhnya harus merasa senang dengan itu. Karena ini baru permulaan dari sebuah pembuktian nyata. Starla duduk di dekat ayahnya. Menunggu pria itu memulai pembicaraan, menghela napas beratnya. "Berapa uang yang kamu miliki?" tanyanya cukup serius. "Hanya tabungan sedikit, Yah. Satu juta mungkin?" "Ambil tabungan yang

