Karel ikutan meneliti sekitar. Dia suka bodo amat sama hal begini, tapi karena Starla untuk pertama kalinya Karel melihat banyak pasang mata menyorotnya kagum. "Lo bukan salah satu dari mereka?" Karel kembali pada Starla. Baginya lebih menarik melihat wajah gadis di depannya ini daripada perempuan yang sedang memandanginya penuh harapan. "Maksud lo gue kagum sama Lo gitu?" Starla balik nanya. Karel mengangguk. Entah kenapa, Karel menjadi terbawa suasana. Dia tidak bisa menahan diri untuk terus diam bersama Starla. Seru juga ngobrol sama Starla yang tidak mematikan perbincangan. "Iya menurut lo gimana?" Karel ingin tahu apakah Starla kagum padanya atau tidak. Starla mengangguk. "Kagum, lo baik. Ganteng juga pinter." Karel menahan rasa bahagianya. Cowok itu mengangguk-angguk paham. "M

