"Apa gue bilang, firasat gue juga nggak enak soal ini, La." Anya mulai serius. Kini Starla sudah berada di kamar asrama. Pukul tujuh malam. Berbeda dengan Anya yang memaknai perempuan Starla dengan Salma yang disupiri Karel itu mencurigakan. Kasih justru bodo amat, dia santai dengan hal tersebut. "Itu pikiran negatif kalian aja. Kan si Karel bilang kerja paruh waktu," sahutnya. Starla yang sedang memakai masker serta dua buah mentimun untuk menutupi dua matanya belum merespon. "Nggak Lo salah Kasih. Coba aja, kenapa bisa Salma dan Karel saling bertatapan seolah mereka kenal? Dan itu sangat mencurigakan." Anya masih bersikeras dengan pendapatnya. "Jangan pakai perasaan buat menilai orang. Itu karena pikiran ...." "Pikiran negatif yang mencemari. Gitu kan yang Lo mau bilang?" Anya mem

