Air mata Grisel sudah menggenang di pelupuk matanya ia sudah siap tumpah kapan saja. Bagaimana mungkin ia akan mengganti perbannya sendiri hari ini ? Itu pertanyaan yang berputar-putar di kepalanya sejak dari tadi. Jangankan mengantikan perbannya, untuk mengangkat atau mengerakkan tangannya saja dia kesusahan. Hari ini dia ada kelas sekitar jam 10. Semenjak di rumah sakit kemarin dia sudah beberapa hari tidak ke kampus. Zahira membantunya untuk mengantikan perban. Grisel tidak tahu bagaimana cara mengantikan perbannya, mengoleskan obat merah pada punggung nya ini. Grisel kini menatap perban tersebut dia sudah mencoba melakukannya tapi tidak bisa, dia mengalami kesulitan. Lagi-lagi air mata ini pun jatuh. Kenapa akhir-akhir ini dia suka sekali menangis. Apakah sebentar lagi masa period

