Dalam perjalanan menuju kampus tangan Grisel dalam genggaman Nabil. Senyum manis tercetak di bibirnya. Dia sangat bersyukur Grisel mengangguk memberikan kesempatan untuk mereka bisa dekat. "Kak, Aku belum jawab Iya lho tadi." "Aku akan tunggu jawaban Iya dari mu Grisel. Aku akan buktikan sama kamu kalau aku itu sesayang itu sama kamu selama ini walaupun itu hanya diam-diam." "Tapi,— "Please jangan protes aku pengen nikmati kebersamaan kita dulu." Grisel menghela napasnya. "Kak aku pengen jujur satu hal sama Kakak, biar kakak bisa menilainya langsung kenapa aku tiba-tiba menjadi bodoh amat kalau kakak mendekati ku." "Lho.. Lho... kita mau kemana kak, ini bukan arah ke kampus ku, kalau kakak lewat disana kita akan jauh ke kampusnya Kak ?. " Protes Grisel. "Kita nggak ke kampus hari i

