Dengan secepat kilat, Wildan melesat menerjang Raihan. Pukulan tangan kosongnya menghantam bagian perut Raihan membuat laki-laki itu tidak berdaya. Ia tersungkur ke tanah. Dia tidak tahu pertemuannya dengan Wildan malam ini menjadi panas dan melayani kemarahan yang tiba-tiba di lepaskan kepadanya. Membuat Raihan terkejut dan memunculkan dengan banyak pertanyaan di pikirannya. "Maksud mu ini apa b******k ?" Ucap Raihan marah sambil memegangi perutnya yang sakit. "Kenapa Han, Kenapa kamu harus bertunangan dengan Mesya ?" Ucap Wildan lirih dan tiba-tiba dia menangis. Raihan mencoba bangkit, namun tubuhnya lemas akibat tonjokan tiba-tiba yang di berikan Wildan tadi tepat di perutnya. Ia lebih memilih duduk di tanah menatap balik sahabatnya yang tiba-tiba menangis. Baru kali dia melihat sah

