Grisel menatap ponselnya, kini dia melihat angka-angka di tabungannya, dia pun menghela napasnya. Kebutuhan yang tak ada habisnya, jadi tulang punggung keluarga, uang setiap bulan untuk keluarga di Surabaya selain itu ia juga berjuang untuk biaya pengobatan sang adik. Setiap hari, Grisel berjuang melawan rasa sakit dan penderitaannya sendiri, dia rela mengorbankan hidupnya hanya untuk untuk memastikan adiknya mendapat perawatan terbaik karena Grisel sadar jika adiknya tidak melakukan pengobatan enam bulan sekali dia akan ngulang lagi dari awal dan itu akan membutuhkan biaya pengobatan yang sangat besar lagi. Grisel menghitung kembali saldo di tabungannya akhir-akhir ini semakin berkurang. Dia terpaksa harus mengunakan uang terkutuk ini lagi untuk kebutuhan yang dia anggap sangat perlu se

