"Kok diem?" "Hah? Oh! Itu..." El-Fatih tiba-tiba menggaruk pelipisnya yang tidak gatal. "Mama emang sering kesini." Ujar El-Fatih gugup, lalu berusaha untuk terlihat santai dengan mengibas-ngibaskan tangannya di udara. "Biasalah, tipe Mama-mama protektif sama anak laki-lakinya. Teleponnya nggak di angkat, langsung pikirannya kemana-mana. Takut anaknya salah jalan dan akhirnya hilaf, padahal waktu itu aku cuma ketiduran di tempatnya Rafa." Lanjut El-Fatih yang awalnya berniat mengarang bebas malah terlanjur curhat. Sudah tanggung juga, kalau kata Rafa 'kalau mau bohong itu, harus totalitas.' Di depannya Niana terkekeh kecil, "Kamu pasti sering nggak jawab telepon Mama kamu, makanya Mama kamu jadi berpikir kayak gitu." Dan El-Fatih langsung menggeleng tegas, wajahnya nampak tidak terima d

