Hari ini El-Fatih mengajak Niana ke Cafe, tempat mereka pertama kali bertemu. Jarak dari kosan ke Cafe memang cukup di tempuh dengan berjalan kaki, cukup dengan berjalan melewati bangunan kampus. Sejak keluar dari pintu kosan, El-Fatih tidak bisa menahan dirinya untuk tersenyum. Sambil berjalan kaki, tangan keduanya juga saling menggenggam. Sesekali El-Fatih melirik ke arah perempuan di sampingnya yang juga sedang tersenyum, tampak bahagia. "Kamu keliatan seneng banget." Ujar El-Fatih, benar-benar ingin tau. Di sela-sela langkah kaki mereka, Niana mengangguk. "Senenglah! Siapa juga yang nggak seneng kalau bisa jalan berdua sama pacar---" Niana mengangkat tangan mereka yang saling menggenggam ke atas, "Apalagi sambil gandengan kayak gini." Ujarnya lagi, terdengar antusias. Dan El-Fatih t

