“Masih pagi, kamu sudah bangun.” Kala menggulirkan kursi rodanya. Raina tersenyum dengan tangan masih menengadah memainkan air hujan yang turun sangat deras. “Aku tidak bisa tidur.” Sahutnya. “Ada yang mengganjal pikiranmu?” Raina mengangkat bahu, “tidak ada.” Dustanya. Kemarin dia tidak bisa tidur walau sudah minum s**u hangat buatan Cinta yang ada di kamarnya. Tidurnya hanya sebentar lalu dia terbangun tengah malam dan tidak dapat tidur lagi hingga pagi. “Kalau begitu, hari ini kamu istirahat saja. Tidak perlu ikut aku ke tempat catering.” Kala memberikan solusi. Dia khawatir adiknya itu akan jatuh pingsan jika bekerja nanti. Raina menoleh, “tidak apa-apa, Kak. Aku ikut.” Kala akhirnya mengangguk saja, “siap-siap mandi dan sarapan. Satu jam lagi kita berangkat.” Dia tidak ingin me

