Cinta menatap Raina sekilas lalu mengalihkan lagi pandangannya. Dia tidak perlu berkata banyak untuk memahami adik iparnya itu. “Aku bukannya tidak mau ke sini, Kak. Hanya saja, yah ….” Raina tidak melanjutkan perkataannya lagi. Cinta tahu bahwa kedatangan Raina ke Indonesia terutama ke rumah itu hanya akan menambah luka saja. Cinta mengulurkan tangannya menepuk bahu adik iparnya demi mendapat perhatian. Raina menoleh. “Kamu sudah dewasa, Raina.” Cinta berkata dengan bahasa isyaratnya. Raina mengangguk. “Kenangan itu masih ada, Kak, namun tidak lagi menyakitkan seperti sebelumnya.” Jawabnya. “Kamu sudah berjuang.” Cinta berkata lagi menggunakan bahasa isyarat. Raina tersenyum. Dia mengalihkan pandangannya pada langit malam. Perjuangannya sangat panjang. Depresinya sudah satu tahun

