Bab 26 Pengharapan yang Hilang

1687 Words

Lambat laun, dia enggan pulang ke Indonesia. Beberapa bulan ini dia lebih senang tinggal di New York membantu mamanya di butik. Membuat gambar-gambar atau sekedar membantu menggunting bahan dijadikan sebuah pakaian. “Ya.” Jawab Kala. Raina menghela napas, “tanyakan mama dulu, Kak. Mama setuju, aku hanya mengikuti saja.” “Tapi kamu mau?” Raina mengangkat bahu, “Kalau mama boleh, ya aku mau saja, Kak.” Hanya itu jawabannya. “Nanti aku tanya mama,” jawab Kala, “kalau dibolehkan, kakak langsung pesankan tiket dan kamu besok bisa pulang ke Indonesia. Ya?” “Ya.” Angguknya pelan. Dia kini mulai pasrah. Terserah nasib yang akan membawanya entah ke mana. Yang dia harapkan hanya tidak bertemu dengan orang yang telah mengecewakan hatinya. “Sampai ketemu lagi, Dik.” Raina tersenyum menden

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD