Pria yang ditabrak Raina adalah Rizal. Pria itu menatap orang yang menabraknya hingga terjerembab. Rizal tidak akan lupa rupa wajah itu sampai kapanpun. Wanita itu kini sangat sehat dengan tubuh lebih berisi. Empat tahun tidak bertemu, Raina lebih gemuk dari terakhir dia bertemu. “Kepalaku pusing. Minuman apa itu, sih?” keluh Raina lagi. Dia berusaha berdiri memegangi kepalanya namun gagal. Kembali dia duduk. “Aduh, minuman apa itu? Rasanya aneh.” Dia berkata lagi. “Itu alkohol.” Rizal tidak tahan untuk tidak menyahut. Bau khas minuman beralkohol itu tercium jelas. Pikirannya mulai heran mengapa wanita itu minum alkohol namun bertanya pula. Apakah dia tidak tahu bahwa itu minuman berbahaya? Raina menatap pria itu dengan mata menyipit. “Saya tidak tahu, Mas. Saya haus jadi saya minum

