Hari Sabtu yang Galuh nantikan, akhirnya tiba. Hari ini dia bertekad untuk menulis bab pertama di novelnya. Maka dia sengaja bersiap sejak pagi dan membawa buku catatan yang sudah memuat apa saja yang harus dia perhatikan dari Geo hari ini. Dan berbeda dari minggu lalu, Galuh hari ini tidak akan berangkat bersama dengan Galih, melainkan dengan Prasasti yang minggu lalu gagal ikut bersama dengannya. "Udah siap?" tanya Prasa. Sahabatnya itu sudah datang sejak pagi dan membantu Ayah memasak untuk sarapan semua orang. "Udah dong!" jawab Galuh riang. Ada ransel kecil yang dia bawa di punggungnya. Prasa mengangguk, dia memberikan piring kepada Galuh dan menarik tangan Galuh agar Galuh ikut duduk di meja makan. "Makan dulu, tapi. Ayah udah masakin capcay kesukaan lo," ujarnya. Mendengar it

