"Jujur sama Abang, belakangan kamu sibuk banget tuh, kemana?" Galuh meringis saat kakaknya menghadangnya di depan pintu kamar, sesaat setelah Galuh tiba di rumah. Ia kebingungan, karena jika dirinya mengarang cerita, sudah pasti kakaknya itu tidak akan percaya dengan apa yang dikatakan olehnya. "Aku akan cerita ke Abang, tapi Abang janji enggak akan cerita ke Ayah?" tanya Galuh, bernegosiasi. Sedangkan kakaknya itu, menyipitkan mata penuh selidik. "Kenapa Abang harus setuju?" "Karena aku enggak akan mau ngomong sekalipun dipaksa, kalau Abang enggak mau janji," balas Galuh tidak tahu malu. Akhirnya Galih menghela napas pelan dan mengangguk. "Oke, jadi apa ceritanya?" Karena tidak ingin kalau sampai ayahnya yang sedang berada di ruang tamu, mendengar cerita mereka, maka Galuh me

