Heartbeat— 23

2162 Words

"Sweetiee, lo udah makan belom?" Una tersenyum lebar saat melihat Angga dan Melda barengan masuk ke dapur. Begitu melihat Una, Angga langsung masuk ke kamar mandi. Wajahnya dingin banget, belum pernah Una melihat raut sedingin itu. Melda menyandarkan tubuhnya di pantri, Una menaikkan satu alisnya meminta penjelasan. Ada apa dengan Angga? Melda mengambil cangkir lalu menuangkan teh. "Kenapa, Na?" Una meringis. "Angga ada apa deh? Abis kena omel Fani apa gimana?" Melda mengerutkan dahinya seolah sedang berpikir keras, lantas ia menggeleng. "Setau gue, Angga tuh pinter banget, Mbak Fani aja suka sama dia, mana mungkin sampe diomeli?" "Terus kenapa dong?" Terus kenapa dong? Pertanyaan tanpa beban itu membuat amarah Melda mendidih, gadis itu melirik secangkir teh panas di tangannya, kala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD