Heartbeat— 22

2056 Words

Angga tak pernah tahu bahwa namanya kecewa sebegini sakitnya, pria itu langsung berlari mencari Una begitu jam makan siang tiba. Namun, mau dicari ke sudut mana pun tak ia temukan sosok Una. Gadis itu bahkan sudah berjanji padanya untuk menunggu Angga datang dan makan siang bersama, atau justru mengobrol di kantor saat ada waktu. Thea yang pertama kali melongo menatap Angga dengan pandangan tak paham. "Lo nggak tau, Ga? Una kan pergi sama Mas Radit dari tadi?" Angga memegang kepalanya yang serasa ingin meledak. Pergi? Sama Radit? Ini berita luar biasa baginya, luar biasa mengejutkan. Luar biasa menggeramkan. Luar biasa mengecewakan. "Sejak kapan? Gue kesini lari loh, kok nggak ada papasan sama mereka?" Angga berusaha keras untuk tidak berpikir bahwa Una pergi jauh sebelum makan siang,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD