Heartbeat— 21

1042 Words

Una nggak bisa menghentikan gimana riangnya Radit saat berjalan di depannya, pria itu sudah berjalan menuju mobilnya tanpa melihat bagaimana reaksi Una di belakangnya. "Dit, gue tadi cuma ngomong loh, nggak bermaksud—" Radit menautkan kedua alisnya. "Iya, kan gue yang ngajak elo buat makan siang bareng." Radit menggamit lengan Una, menyuruh gadis itu masuk ke mobilnya dengan patuh. Sepertinya ada sesuatu yang membuat Radit tampak bahagia. Entah apa yang pasti cowok itu tengah berbinar. "Dalam rangka apa lo tiba-tiba traktir gue kayak gini?" tanya Una begitu Radit sudah menjalankan mobilnya. Radit menoleh, tatapan pria itu tak terbaca seperti biasa, hanya ada senyum yang, oh my God, terlalu tampan buat dilihat. Pria itu menoleh sekilas, sebelum fokus lagi pada jalanan. "Apa salahnya s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD