Chapter 15

1933 Words

Saat menyantap sarapan berulang kali ekor matanya melirik ke arah Carolina. Sudut matamu terlihat bengkak apa semalaman kau juga tak tidur sama sepertiku Carolina. Setelah acara makan selesai barulah Carolina membuka obrolan. “Apa setiap pagi kau menyiapkan sarapanmu sendiri?” “Tentu saja tidak. Aku tak suka di ribetkan hal-hal sepele seperti itu.” Manik biru menyipit menyiratkan ribuan pertanyaan. Menyadari hal tersebut, William segera memberitahu bahwa sebelum Carolina ke ruang makan, chef Aaron sudah lebih dulu meninggalkan apartement. “Kapan dia datang lagi?” Sudut mata William menyipit menyiratkan pertanyaan kenapa kau menanyakannya? Awas saja kalau kau sampai menggoda chef Aaron! “Aku hanya ingin berkenalan dan mengucapkan terima kasih. Masakannya sangat lezat.” “Kau bisa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD