Efek Samping Vaksin Obat

2320 Words

Suara berisik di depan rumah membuat Yanan yang sedang tertidur lelap terbangun dengan mengerjap-ngerjapkan matanya samar. Masih mengantuk. Yanan sudah mendudukan diri, menguap kecil dengan menutup mulutnya dengan tangan kiri. Ia melangkah turun dari kasurnya sembari berjalan ke arah pintu hendak membukanya. Namun, ia terhenti saat mendengar suara asing di depan ruang tamunya membuat Yanan kembali menutu pintu kamarnya dan menguncinya cepat. "Elang tidak berada di rumah," "Apa sebaiknya kita tunggu saja dan membuat jebakan di sini." "Benar, dengan begitu aku bisa membunuh Elang dengan tanganku sendiri. Aku bisa membalaskan dendamku terhadap anak itu," "Sebentar, aku mencium ada bau darah manusia dari dalam sini." "Apa, kau serius?" Yanan meneguk ludahnya kasar dengan cepat berdiri d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD